Tidak pernah ada niat sama sekali ketika semasa SMA untuk melanjutkan ke IPB apalagi Fapet IPTP. Namun diakhir masa SMA, ada surat masuk dari IPB ke sma yang isisnya memuat formulir USMI. Saya ditawarkan form tersebut oleh guru BP untuk mencoba untuk masuk ke IPB lewat jalur tesebut. selain itu, juga ada dorongan orang tua untuk masuk ke IPB. Akhirnya saya mencoba untuk masuk ke IPB lewat jalur USMI itu walaupun ada rasa keraguan dalam diri. problematika yang setelah saya memutuskan masuk IPB adalah maumasuk jurusan apa ???. walaupun saya tidak tahu apa apa tentang jurusan di IPB, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba masuk di jurusan GIZI  pada pilihan yang pertama,  dan Fapet IPB pada pilihan kedua. Tak disangka dan tak diduaga ternyata saya lolos USMI namun pada pilihan yang kedua. Pada awalnya saya tidak ingin mengambil IPB dan mencoba untuk jalur SPMB ke Unpad dan ITB. Namun setelah dipertimbangkan lagi, keputusan saya untuk tidak mengambil IPB akan berdampak bukan pada saya sendiri namun pada orang lain juga. Akhirnya saya masuk IPB, namun penuh dengan rasa  keraguan. Namun  setelah beberapa lama menjalani kuliah di IPB dan masuk jurusan IPTP, saya sadar bahwa apapun yang terjadi sekarang merupakan jalan yang terbaik yang diberikan kepada kita.